Header Ads

Header Ads

Majelis Ta'lim Al Roudloh Seri 18 Ramadhan 1446 H: Pesan Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadhan

Selasa, 18 Maret 2025    15.30 WIB

Majelis Ta'lim Al Roudloh 18 Ramadhan 1446 H. (Foto: PP. Al Roudloh)

Kesehatan itu ikhtiarnya harus makan teratur, olahraga teratur, dan istirahatnya teratur. Yang terpenting kita harus menganut dengan syariat, jika diminta untuk ikhtiar maka harus ikhtiar. Jangan malah bluboh, dengan mengatakan nanti juga sembuh sendiri yang memberikan kesembuhan itu Allah SWT sendiri, itu tidak dibenarkan.

Allah SWT itu memperintahkan kita untuk berikhtiar, jika sakit maka harus berobat. Memang ada yang tidak berobat itu kadang sembuh dengan sendirinya. Tetapi kebanyakan dan umumnya itu jika sakit maka harus berobat dengan obat sesuai caranya masing-masing.

Maka wajar jika Nabi Muhammad bersabda mumpung tubuhmu masih sehat, sehatmu itu jaga dengan baik jika sakit nanti kamu sudah tidak bisa apa-apa. Kemudian ada lagi, mumpung masih hidup sebelum meninggal, orang itu jika masih hidup bisa melakukan apa aja seperti halnya ibadah, kerja, dan lain sebagainya.

Tapi jika sudah meninggal maka sudah terputus hubungannya manusia dengan Allah SWT dalam hal kewajiban sudah selesai. Sudah tidak bisa sembahyang, berjamaan, puasa, dan lain sebagainya. Karena sudah pindah alam barzah. Ada beberapa yang masih bisa memberikan manfaat, seperti shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat, doanya seorang anak, itulah kiriman-kiriman kita nantinya.

Nah, ini merupakan gambaran dan pembelajaran untuk kita mumpung kita masih hidup Sehingga peringatan dari Nabi Muhammad SAW penting selama kita hidup di dunia ini untuk hal-hal yang baik maupun untuk beribadah sebisa-bisanya.

Lalu peringatan Nabi Muhammad SAW lagi mumpung kita masih kecukupan atau dicukupi oleh Allah SWT. Kalau sudah fakir dan tidak mempunyai apa-apa itu malah susah lagi. Orang yang kaya itu bukan dilihat menurut ukuran banyak hartanya, tetapi ukuran orang yang kaya menurut agama itu yang dilihat hatinya. Namun orang yang tidak memiliki ilmu yang cukup maka akan tidak paham atau tidak mengerti.

Yang terakhir peringatan Nabi Muhammad SAW itu mumpung masih kosong (sebelum kamu sibuk). Sibuk di sini yaitu sibuk memikirkan urusan akhirat. Apalagi saat hari kiamat, tidak ada orang yang bisa ingat beribadah lagi. Nah, untuk sekarang ini masih kosong atau masih mempunyai kesempatan.

Itulah lima peringatan Nabi Muhammad SAW yang luar biasa yang dapat kita pahami. Rumusnya itu masih sehat dan masih hidup, untuk yang lainnya urusan belakangan. Hal itu dapat menambah semua amal dan ibadahnya. Ibadah apa saja tidak harus menggunakan uang, bisa ibadah menggunakan lisan, tangan, kekuatan, pikiran, itu semua juga termasuk ibadah.

Demikian puasa di bulan Ramadhan bagian dari persiapan mengumpulkan amal untuk akhirat disamping juga hikmahnya puasa yang bukan sekadar untuk mendapatkan pahala dan ridhanya Allah SWT. Tetapi malah ada tambahan-tambahan yang terkadang tidak terpikir.

Nah, inilah ibadah puasa yang dikaitkan dengan pesan-pesan atau peringatannya Nabi Muhammad SAW. Kita mumpung masih di bulan Ramadhan untuk menata niat mencari ridha Allah SWT. Semoga kita mendapatkan rahmat dan ridha dari Allah SWT lewat ibadahnya kita di bulan Ramadhan. Alfatihah.


Oleh: KH. Asnawi Rohmat, Lc., Pengasuh Pondok Pesantren Al Roudloh


Editor: Rista Aslin Nuha