Header Ads

Header Ads

Majelis Ta'lim Al Roudloh Seri 17 Ramadhan 1446 H: Birrul Walidain di Bulan Ramadhan

Senin, 17 Maret 2025  16:00 WIB

Majelis Ta'lim Al Roudloh 17 Ramadhan 1446 H. (Foto: PP. Al Roudloh)

Taat kepada kedua orang tua itu wajib, dibawah wajibnya shalat. Setelah Allah SWT memerintahkan untuk shalat, kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Sampai Allah SWT menyerahkan ridha-Nya kepada kedua orang tua. Jika orang tua ridha kepada anaknya, Allah SWT juga ikut ridha. Tetapi sebaliknya jika orang tua tidak ridha, Allah SWT juga tidak ikut ridha. Pangkatnya orang tua itu tinggi di rumah.

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

Artinya: "Keridhaan Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda “Barang siapa berbuat baik kepada kedua orang tuanya di bulan Ramadhan, maka akan memperoleh perhatian dengan kasih sayang Allah Ta’ala (ia akan dilihat oleh Allah dengan kasih sayang).”

Perempuan itu diberikan keistimewaan oleh agama Islam, karena taat kepada ibu itu tiga kali sedangkan taat kepada bapak itu satu kali. Hal ini isyarat bahwa ibu kita itu mempunyai keistimewaan dan keputusan yang diberikan Allah SWT. Sehingga doa ibu lebih diijabah.

Wajar jika perempuan itu banyak yang menjadi waliyullah. Di Mesir itu ada Rabiah Al Adawiyah, waliyullah perempuan yang memiliki keramat luar biasa karena taatnya kepada Allah SWT. Ketika beliau ditinggal wafat suaminya, ada tabi’in bernama Hasan Al Basri yang menanyakan apakah bersedia dijadikan istrinya. Kemudian Rabiah Al Adawiyah bertanya kembali, ketika saya meninggal nanti apakah saya husnul khatimah atau suul khatimah? Tabi’in tersebut tidak bisa menjawab karena hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

Pertanyaan kedua Rabiah Al Adawiyah, saya nanti di alam kubur ketika ditanya dengan malaikat kira-kira saya bisa menjawabnya atau tidak? Juga tidak bisa menjawab lagi tabi’in tersebut. Lanjut pertanyaan ketiga, saya ini termasuk golongan yang akan masuk surga atau masuk neraka nantinya? Masih juga tidak bisa menjawab tabi’in tersebut. Pertanyaan ketiga tersebut memang samar semuanya.

Birrul walidain itu yang masih mempunyai orang tua harus dihormati. Sedangkan yang sudah tidak memilik orang tua caranya dengan mendoakannya dan dibacakan surat Al-Fatihah setelah shalat serta bisa dibacakan kalimah tahlil.

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

Terdapat cerita di dalam hadits tentang birrul walidain, di Arab dulu itu ada salah satu sahabat namanya Uwais Al Qarni. Sahabat tersebut menggendong ibunya ketika pergi haji, dan kemanapun selalu digendong. Karena hal tersebut Nabi Muhammad SAW ketika bersama sahabat Umar ingin menitipkan salam untuk sabahat Uwais, "Saya titip salam jika kamu bertemu dengan Uwais”.

فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: “Maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra’: 23)

Semoga kita senantiasa termasuk birrul walidain meskipun orang tua kita sudah tidak ada dengan cara mendoakannya serta memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Alfatihah.


Oleh: KH. Asnawi Rohmat, Lc., Pengasuh Pondok Pesantren Al Roudloh


Editor: Rista Aslin Nuha