Header Ads

Header Ads

Majelis Ta'lim Al Roudloh Seri 15 Ramadhan 1446 H: Shalat sebagai Tiang Agama Islam

Sabtu, 15 Maret 2025    16:00 WIB

Majelis Ta'lim Al Roudloh 15 Ramadhan 1446 H. (Foto: PP. Al Roudloh)

Alam mahsyar itu tempat bertemunya seluruh manusia mulai Nabi Adam AS sampai anak cucunya nanti waktu hari kiamat. Semuanya berkumpul dalam satu tempat yang namanya mahsyar. Itulah cerita yang ada di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Orang yang muttaqin pasti percaya sekalipun itu ghoib. Berbeda dengan orang-orang yang namanya muktazilah, yaitu jika tidak masuk akal maka ia tidak percaya.

Padahal banyak suatu hal yang tidak masuk akal atau dapat diterima oleh akal manusia. Contohnya Isra’ Mi’raj, kalau menurut akal dan para ahli pesawat terbang itu tidak percaya.

Perjalanan dari Masjidil Haram Makkah ke Masjidil Aqsha Palestina ke langit ketujuh sampai sidratul muntaha, yang sebelumnya belum terdapat pesawat terbang.

Inilah ciri-cirinya orang yang muttaqin, orang yang bertakwa itu batinnya kuat soalnya sudah mantap keimanannya kepada Allah SWT. Kedua, ciri-ciri orang yang muttaqin itu menjalankan shalat terutama shalat lima waktu. Kalau perintah puasa, zakat, haji, dan ibadah-ibadah baik lainnya itu dari Al-Qur’an dan Hadits. Tetapi shalat karena pentingnya Nabi Muhammad SAW diperintahkan secara khusus.

Shalat itu menurut agama Islam dan Nabi Muhammad SAW:

الصَّلاةُ عِمَادُ الدِّيْنَ، فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّيْنَ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنَ

Artinya: “Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang menegakkannya maka ia telah menegakkan agamanya dan barang siapa yang merobohkannya berarti ia telah merobohkan agamanya.”

Agama Islam jika digambarkan itu seperti rumah. Agama Islam itu dirancang dari perkara lima, yakni syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Shalat itu jadi tiangnya agama. Demikian sabdanya Nabi Muhammad SAW, “Barang siapa yang mengerjakan shalat berarti menegakkan agama, tetapi jika tidak mengerjakan shalat berarti sama dengan merobohkan agama.” Itu karena pentingnya shalat.

Maka orang yang muttaqin itu shalatnya pasti sungguh-sungguh, bahkan selain shalat lima waktu juga ditambah shalat sunnah qabliyah dan ba'diyah yang bergandengan dengan shalat fardhu. Orang yang muttaqin itu selain shalatnya dijalankan terkadang dengan berjamaah. Ada salah satu sahabat namnya Rabiah bin Ka’ab yang mengatakan khodam itu yang mendampingi Nabi Muhammad SAW, yang melayani Nabi Muhammad SAW. Jadi, siang dan malam bersama Nabi Muhammad SAW.

Shalat itu bagian dari dzikir, hormat, dan mengingat kepada Allah SWT, namun aturannya ketat. Shalat menurut fiqih atau syariah itu niat beserta syarat-syaratnya, sedangkan menurut bahasa shalat itu ad-du’a. Shalat itu ibadah yang luar biasa, orang yang banyak sujudnya insya Allah dekat dengan Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an kita diperintahkan untuk menyebut dan berdzikir kepada Allah SWT.

Setelah Nabi Muhammad SAW itu sahabat. Sahabat itu orang pernah hidup pada masa Nabi Muhammad SAW. Sehingga sahabat itu banyak yang meriwayatkan hadits, seperti diantaranya Ibnu Umar, sahabat Umar, Abu Hurairah, itu mendapatkan berita terus-menerus. Yang paling banyak itu Siti Aisyah, istrinya Nabi Muhammad SAW karena selama dua puluh jam bersama Nabi Muhammad SAW. Setelah sahabat itu ada tabi’in-tabi’in dan ulama-ulama.

Semoga keterangan ini bisa membawa berkah dan manfaat untuk kita semua. Menganut dengan para sahabat, para ulama dan para kyai. Semoga kita diselamatkan dari adzab, diberikan rahmat di bulan Ramadhan, diwelasi, dikasihi, diridhai lewat puasa kita serta diberikan panjang umur, sehat lahir batin, dan diberikan husnul khatimah. Alfatihah


Oleh: KH. Asnawi Rohmat, Lc., Pengasuh Pondok Pesantren Al Roudloh


Editor: Rista Aslin Nuha