Pondok Pesantren Al Roudloh Kajen kembali menggelar Launching dan Bedah Buku berjudul Tafsir Jilbab: Antara Teks dan Konteks yang ditulis oleh Ning Rodliyatam Mardliyah, MA., Pembantu Pengasuh Pondok Pesantren Al Roudloh Kajen. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Pondok Pesantren Al Roudloh Kajen pada Jum'at, 14 Ramadhan 1446/ 14 Maret 2025 malam.
Launching dan Bedah Buku ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pasanan Ramadhan 1446 H/ 2025 M di Pondok Pesantren Al Roudloh Kajen, selain kegiatan tersebut ada pengajian kitab, pengajian majelis ta'lim, ceramah ilmiah, pembagian sembako dan pengobatan gratis, dan santunan anak yatim.
Kegiatan Launching dan Bedah Buku ini secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Pondok Pesantren Al Roudloh Kajen. Dengan kegiatan ini diharapkan para santri dapat termotivasi dan terinspirasi oleh penulis buku sehingga dapat melahirkan penulis-penulis dari kalangan santri sendiri.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan sebuah gerakan literasi santri yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri dalam dunia literasi. Mengingat literasi yang ada di dalam pondok pesantren itu masih minim dan memerlukan perhatian serta dukungan dari berbagai pihak termasuk salah satunya dari pengasuh pondok pesantren.
Dalam bedah buku Tafsir Jilbab Antara Teks dan Konteks, penulis menceritakan kembali awal dari penulisan buku. Sebelumnya buku ini adalah sebuah Tesis, yaitu karya tulis ilmiah yang merupakan hasil penelitian dan disusun sebagai syarat kelulusan program magister atau S2 di Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Pada saat awal penulisan buku ini terdapat banyak coretan-coretan koreksi oleh dosen pembimbing termasuk juga pengecekan orisinalitas tulisan untuk menghindari terjadinya plagiat. Selain itu, penulis sebelum menulis buku ini terlebih dahulu melakukan tawasul atau sarana/wasilah agar doa lebih diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT kepada Mbah Mutamakkin Kajen.
Termasuk penulis juga melakukan shalat hajat, shadaqah, dan tak lupa untuk meminta doa kepada orang tua sebelum menulis buku Tafsir Jilbab Antara Teks dan Konteks ini. Selanjutnya, dalam bedah buku penulis mengajak para santri putra dan santri putri Pondok Pesantren Al Roudloh untuk membaca buku ini secara bergiliran. Tujuannya agar para santri mengetahui tentang presentasi dan cara mempratikkannya.
Di negara Indonesia, jilbab lebih dikenal dengan istilah kerudung yang sudah lama dari dulu. Setelah memasuki tahun 90an mulai banyak yang menyebutnya dengan jilbab. Lalu baru setelah muncul komunitas hijaber banyak yang menyebutnya dengan hijab. Itulah perbedaan-perbedaan istilah tentang jilbab khususnya yang ada di Nusantara, sedangkan di negara lain juga pasti berbeda-beda dalam penyebutannya. Seperti yang telah disebutkan di dalam buku ini.
Buku ini menggunakan metode Tafsir dari Tim Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia. Tafsir dan Al-Qur'an perbedaannya itu kalau Al-Qur'an sudah pasti benar karena karena dari Allah SWT, sedangkan Tafsir bisa benar dan bisa juga salah karena dari manusia sendiri. Dalam Al-Qur'an hanya terdapat satu ayat yang menggunakan redaksi jilbab yaitu terdapat dalam Surah Al-Ahzab ayat 59 yang menyebutnya dengan Jalabibihin:
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Artinya: "Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab (53): 59)
Tentang pemakaian jilbab kita harus bisa menghormati dengan pilihannya masing-masing. Ketika kita mengenakan jilbab itu jangan dipotong-potong, tetapi harus seluruh tubuh dan sopan. Dengan menutup aurat kita, maka kita akan menutup aib teman kita sendiri. Tidak hanya sekadar memakai jilbab, lebih dari itu juga apa yang kita lakukan karena jilbab itu mengajak supaya hati kita menjadi bersih.
Editor: Rista Aslin Nuha